
SuaraEnamDua, Ambon — Pemuda Muhammadiyah Maluku menyampaikan sikap tegas terhadap berbagai narasi provokatif dan tudingan yang tidak berdasar yang belakangan diarahkan kepada tokoh nasional, termasuk
Foto by sumber
SuaraEnamDua, Ambon — Pemuda Muhammadiyah Maluku menyampaikan sikap tegas terhadap berbagai narasi provokatif dan tudingan yang tidak berdasar yang belakangan diarahkan kepada tokoh nasional, termasuk Amien Rais.Pemuda Muhammadiyah Maluku menilai, tindakan tersebut bukan hanya tidak etis, tetapi juga berpotensi merusak tatanan demokrasi yang sehat.
Dalam keterangannya, Ketua Bidang Hikmah, Politik Dan Kebijakan Publik PWPM Maluku Wandri Makasar. menegaskan bahwa kebebasan berpendapat tidak boleh disalahgunakan menjadi alat untuk menyebarkan fitnah, hoaks, ataupun serangan personal.
“Kami mengingatkan secara keras kepada siapa pun termasuk Elli Oschar agar menghentikan praktik-praktik provokatif yang hanya memperkeruh suasana dan memecah belah Bangsa dan masyarakat indonesia, Anda harusnya bersikap sopan santun kepada senior kita ayahanda kita, jangan jadi duri dalam daging menyerang sesepuh Muhammadiyah harusnya kamu bersikap Netral, jangan karena kedekatan personal dengan mayor Teddy lalu di manfaatkan untuk di jadikan Senjata dan peluru kekuasaan." tegas Wandri.
lanjut nya Kami menekankan bahwa setiap bentuk perbedaan pandangan harus disampaikan secara argumentatif, berbasis data, dan melalui mekanisme yang sah. Bukan dengan Upaya membangun opini publik dengan cara-cara manipulatif hal ini dinilai sebagai bentuk kemunduran dalam kehidupan demokrasi.Sementara itu, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Maluku menegaskan komitmennya untuk menjaga ketertiban.
KOKAM Maluku menyatakan tidak akan mentolerir tindakan yang mengganggu keamanan, namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan kerja sama dengan semua stock holder.Pemuda Muhammadiyah Maluku juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Kami menegaskan bahwa menjaga persatuan dan stabilitas sosial adalah tanggung jawab bersama dalam “Demokrasi bukan ruang untuk saling menjatuhkan dengan cara-cara tidak bermartabat. Ini saatnya semua pihak menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik dan berpendapat,” tutup Wandri.