DPP Gerakan Organisir Anak Nusantara Tolak Sikap BEM UI soal Program Makan Bergizi Gratis

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Organisir Anak Nusantara (GOAN) menyatakan penolakan terhadap sikap Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang disebut menolak pelaksanaan Program MBG.

Foto sumber

SuaraEnamDua, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Organisir Anak Nusantara (GOAN) menyatakan penolakan terhadap sikap Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang disebut menolak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Organisasi tersebut menilai program itu memiliki peran penting dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, khususnya di wilayah tertinggal dan kawasan Indonesia timur.

Ketua Umum DPP Gerakan Organisir Anak Nusantara, Martho Zaini Warat, mengatakan program MBG dibutuhkan oleh masyarakat di berbagai daerah yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pemenuhan kebutuhan gizi.

Menurutnya, penghentian atau penolakan terhadap program tersebut berpotensi memberikan dampak bagi kelompok masyarakat rentan, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), termasuk di Papua, Maluku, dan sejumlah wilayah lainnya.

“Program ini sangat dibutuhkan masyarakat, khususnya di daerah yang masih memiliki tantangan dalam pemenuhan kebutuhan gizi. Kami memandang kebijakan tersebut dapat membantu anak-anak memperoleh asupan yang lebih baik,” ujar Martho dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (13/6).

Dalam pernyataannya, GOAN juga menilai Program Makan Bergizi Gratis memiliki dasar hukum yang sejalan dengan sejumlah regulasi nasional. Organisasi tersebut merujuk pada ketentuan dalam Pasal 28H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengenai hak atas kesejahteraan dan pelayanan kesehatan, Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

GOAN berpendapat bahwa pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama bagi anak-anak, merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia.

Selain itu, Martho menyampaikan bahwa anggotanya yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia timur mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dan berharap kebijakan tersebut dapat terus berjalan.

Ia mengatakan dukungan tersebut didasarkan pada harapan agar anak-anak di daerah pesisir, terpencil, dan wilayah dengan keterbatasan akses memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan mengembangkan potensi mereka.

Di akhir pernyataannya, GOAN mengajak seluruh elemen masyarakat untuk melihat program tersebut dari sisi manfaat sosial dan pemerataan kesejahteraan, serta mendukung berbagai upaya peningkatan kualitas gizi anak di seluruh Indonesia.

SHARE :
AGENDA
LINK TERKAIT