
Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam Martho Zaini Warat.
Suaraenamdua.com, Jakarta – Wakil Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Martho Zaini Warat, yang berasal dari SBT, hari ini menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas langkah nyata yang diambil oleh seorang Bupati di wilayah Indonesia Bagian Timur.
Pemimpin daerah tersebut menetapkan kebijakan pelayanan kesehatan yang sangat memudahkan seluruh warganya: cukup menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), warga sudah mendapatkan pelayanan pengobatan yang layak tanpa biaya dan tanpa persyaratan berbelit-belit.
Selama ini wilayah Indonesia Bagian Timur sering disalahartikan dan dianggap terabaikan. Namun kebijakan ini membuktikan sebaliknya: lahir pemimpin yang benar-benar mengerti tugas utamanya melayani rakyat dengan tulus dan adil.
"Selama ini kita sering mendengar keluhan saudara-saudara kita, terutama di bagian timur negeri: ingin berobat harus mengeluarkan biaya besar, mengurus banyak berkas, bahkan sampai menjual harta benda hanya untuk bisa sembuh. Sebagai putra daerah asal SBT, saya sangat merasakan betapa beratnya tantangan yang dihadapi saudara-saudara kami di wilayah timur dalam mengakses pelayanan dasar.
Kepada media ini melalui Siaran press nya di jakarta 7/8/26 kami bangga menyampaikan ada Bupati yang hadir benar-benar untuk rakyatnya. Ia memastikan siapa saja yang sakit, cukup bawa KTP sebagai bukti warga negara Indonesia, maka akan segera ditangani dan diobati. Tidak ada biaya tersembunyi, tidak ada alasan menolak pelayanan.
Kebijakan ini bukan sekadar aturan pelayanan, melainkan bukti nyata bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk hidup sehat. Tidak ada lagi ibu yang takut melahirkan karena tidak punya uang, tidak ada lagi ayah yang menahan sakit demi menghemat biaya, tidak ada lagi anak yang putus berobat karena keterbatasan dana.
PP GPI berharap langkah mulia ini menjadi teladan bagi seluruh kepala daerah di tanah air. Jangan sampai ada lagi rakyat yang menderita sakit bukan karena penyakitnya, melainkan karena tidak mampu membayar. Kesenjangan pelayanan kesehatan antara wilayah harus segera dihapuskan.
Kami juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk memperkuat fasilitas dan anggaran kesehatan di daerah tersebut agar kebijakan baik ini bisa berjalan terus dan makin ditingkatkan kualitasnya. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaannya agar benar-benar dirasakan adil oleh semua kalangan.tegas Marto
Kepemimpinan yang benar adalah kepemimpinan yang memudahkan urusan rakyat. Dan hari ini, kami bangga karena ada pemimpin yang membuktikannya secara nyata.
Langkah ini diharapkan menjadi tonggak perwujudan keadilan sosial serta persamaan hak pelayanan publik bagi seluruh rakyat Indonesia.